"Langkah Pemprop NTB,
tegas Ervyn Kaffah dari Somasi NTB, agar tidak sekadar
mengulangi kesalahan masa lalu. Sebab, masyarakat masih
ingat beberapa saat setelah menjabat Gubernur NTB, Harun
Al Rasyid pernah membentuk tim serupa yang ternyata tidak
efektif dan tidak ketahuan sejauhmana hasil kerjanya."
Orang-orang mengira saya mengkritik kekuasaan. Bukan. Saya sedang menjalankan posisi demokratis saya sebagai warga untuk membicarakan urusan yang menyangkut hajat hidup saya sendiri dan warga lainnya. Jika ada diantaranya berkaitan dengan Anda, itu bonus.
Translate
Tampilkan postingan dengan label Kajati NTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajati NTB. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 September 2013
Jumat, 13 September 2013
Bidik: Pat Gulipat di Bank NTB
Sementara
Solidaritas Masyarakat untuk Demokrasi (SOMASI) NTB berhasil menemukan
berbagai bukti dugaan adanya aliran dana secara siluman. Salah satunya
mengalirnya dana Peduli Sosial Kemasyarakatan (PSK) PT. Bank NTB senilai
Rp940.890 juta untuk tahun buku 2004 ke rekening khusus kepala daerah
(pejabat).
SOMASI menemukan sejumlah dana yang diduga gratifikasi bagi kepala daerah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan PSK.
“Dana PSK setiap tahun dikucurkan dari Bank NTB ke rekening Pemda se NTB, namun kami temukan ada dana yang tidak tepat sasaran,” ungkap Koordinator Badan Pekerja SOMASI NTB, Ervyn Kaffah.
SOMASI menemukan sejumlah dana yang diduga gratifikasi bagi kepala daerah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan PSK.
“Dana PSK setiap tahun dikucurkan dari Bank NTB ke rekening Pemda se NTB, namun kami temukan ada dana yang tidak tepat sasaran,” ungkap Koordinator Badan Pekerja SOMASI NTB, Ervyn Kaffah.
Langganan:
Postingan (Atom)